<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masriadi.net &#187; cara menginstal firewall di linux</title>
	<atom:link href="http://www.masriadi.net/tag/cara-menginstal-firewall-di-linux/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masriadi.net</link>
	<description>Belajar dan Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 08:58:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Firewall di Linux</title>
		<link>http://www.masriadi.net/firewall-di-linux.html</link>
		<comments>http://www.masriadi.net/firewall-di-linux.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 19:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Cara instalasi Firestarter]]></category>
		<category><![CDATA[cara menginstal firewall di linux]]></category>
		<category><![CDATA[firewall di linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masriadi.net/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Firewall apaan sih?? Menurut om wiki, Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Firewall apaan sih??</strong><br />
Menurut om<a href="http://id.wikipedia.org" target="_blank"> wiki</a>, Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya.<span id="more-51"></span> Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi suatu yang hal wajib.</p>
<p><strong>Firewall di Linux</strong><br />
Untuk Sistem Operasi Linux juga tersedia banyak software firewall yang tersedia secara gratis, baik yang berjalan di terminal(konsol) maupun yang memiliki tampilan grafis.semua firewall di linux menggunakan modul netfilter pada kernel dan iptables adalah perintah yang yang digunakan untuk  mengkonfigurasi fungsi dari firewall tersebut. Nah kalau kita bingung dengan perintah-perintah diterminal maka kita dapat menggunakan tampilan (front end) yang bersifat antar muka grafis.<br />
Salah satunya Adalah FIRESTARTER</p>
<p><strong>Cara instalasi Firestarter</strong><br />
Dari terminal atau dari Synaptic Package Manager<br />
contoh dari terminal :</p>
<p><span style="color: #800000;">radi@radi-desktop:~$ sudo apt-get install firestarter</span></p>
<p>Hasil Instalasi dapat dilihat pada Aplications-&gt;Internet-&gt;Firestarter  Saat pertama dijalankan firestarter akan meminta beberapa pengaturan sebagai berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-14" title="firestarter1." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter1-300x175.jpg" alt="firestarter1." width="300" height="175" /><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-15" title="firestarter2." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter2-300x175.jpg" alt="firestarter2." width="300" height="175" /><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-16" title="firestarter3." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter3-300x175.jpg" alt="firestarter3." width="300" height="175" /></p>
<p>Setelah pengaturan maka firewall otomatis akan dijalankan, secara standar maka firestarter akan memonitor semua koneksi yang masuk, Anda dapat membuat aturan agar koneksi yang masuk dapat diterima atau diblokir pada Bagian Policy. Pengaturan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita, apakah berdasarkan alamat IP, maupun berdasarkan layanan jaringan yang tersedia.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-18" title="firestarter5." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter5-232x300.jpg" alt="firestarter5." width="232" height="300" /></p>
<p style="text-align: left;">Tampilan antarmuka saat firestarter dijalankan :</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-19" title="firestarter6." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter6-232x300.jpg" alt="firestarter6." width="232" height="300" /><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-20" title="firestarter7." src="http://masriadi.net/wp-content/uploads/firestarter7-263x300.jpg" alt="firestarter7." width="263" height="300" /><br />
Salah satu keistimewaan firestarter adalah adanya log dari koneksi yang diblokir sehingga kita dapat melihat dari alamat ip mana saja yang mencoba akses ke komputer dan jaringan yang kita kelola.  Selamat mencoba..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masriadi.net/firewall-di-linux.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

